Attack on Titan menutup ceritanya dengan keputusan Eren Yeager yang memicu genosida skala besar demi 'membebaskan' rakyatnya sendiri dari siklus kebencian — sebuah akhir yang secara sengaja menolak memberi kemenangan moral yang bersih pada pihak manapun.

Argumen yang Menyukai Ending Ini

Pendukung ending ini berargumen bahwa dari awal seri memang membangun tema soal siklus kekerasan yang tidak punya solusi mudah — memberi akhir yang 'memuaskan' secara konvensional justru akan mengkhianati premis seri itu sendiri soal perang dan kebencian turun-temurun.

Ending yang membuat penonton tidak nyaman bukan otomatis ending yang gagal — kadang itu justru tanda penulis menolak jalan pintas moral yang lebih mudah diterima penonton.

Argumen yang Menolaknya

Kritiknya berpusat pada perubahan motivasi Eren yang terasa terburu-buru di babak akhir, dan penyelesaian konflik geopolitik dunia yang dianggap terlalu disederhanakan dibanding kompleksitas yang dibangun selama seratus lebih chapter sebelumnya.